Saya akan bercerita suatu kisah, suatu ketika saya
merasa akhir akhir ini sholat saya kurang 'berkesan'.
Saya bingung, duduk merenung, mencari alasan-alasan apa yang
membuat hal ini.
Kemudian saya sadari bahwa ternyata akhir akhir ini saya
sering masbuq sholat....
Kemudian Allah takdirkan berikan petunjuk kepada saya, saya
buka Al Qur'an dan baca sebuah halaman secara acak.
Dan Subhaanallaah, saya berhenti di kebesaran ayat-Nya yang
menunjukkan bahwa terlambatnya seseorang itu mempunyai pengaruh terhadap
berhasil-tidaknya yang dia inginkan.
Ayat itu ada di surat Al Anbiyaa' no 90.
Ketika sebelumnya Allah mengisahkan kisah-kisah para
Nabinya, kemudian Allah mengabarkan إِنَّهُمْ
كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ
Sesungguhnya mereka itu senantiasa (para anbiyaa) bersegera,
bergegas dalam kebaikan-kebaikan Kenapa?? jawabanya ada pada sambungan
ayatnya..
وَيَدْعُونَنَا
رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا
خَاشِعِينَ
Dan mereka berdoa kepada kami dalam keadaan berharap dan
takut, dan mereka yakin bahwa mereka akan kembali.
Ya seringnya kita terlambat atau tidak bergegas itu
menunjukkan harap dan takut kita lemah.
Bukankah kita melihat jika kita diimingi transaksi
keuntungan 10 juta misalkan, kita akan langsung bersegera, serius menanggapi,
tidak main-main?
Atau seseorang kita dapati kenapa dia itu datang selalu
pagi-pagi, karena takut kalau terlambat dipecat misalkan?
Orang yang harapan dan takutnya besar pasti akan menghargai,
respect, menghormati, bersiap sedia dan bersungguh-sungguh.
Sedangkan keterlambatan yang terus-menerus, terstruktur dan
massive tanda ketidaksiapan, dan tanda bahwa harapan dan takut tersebut kecil.
#nasehat
dari seorang ustadz kepada kami disebuah group WA agar kami segera
menyelesaikan tugas yang diberikan.
(Ustadz Aris Diansah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar