Sabtu, 19 Maret 2016

Mencari Istri

Bagi setengah orang, mencari istri amat sukar dan payah.
bagi setengah orang dipandangnya perempuan yang akan jadi istrinya itu laksana gunung tinggi yang payah mendaki, sehingga dia mundur maju hendak menyatakan pinangannya kepada perempuan itu atau kepada keluarganya.
padahal di pihak yang lain perempuan senantiasa pula menunggu, sehingga lantaran
tunggu-menunggu, umur pun berjalan juga, cita-cita habis di tengah-tengah.
tiba-tiba datang orang lain yang tidak banyak perhitungan, tidak banyak pikir, dia meminang lebih dahulu, sehingga maksudnya langsung, dan yang mempunyai cita-cita bermula tinggal menggigit jari.

("Tenggelamnya kapal Van Der Wijk", Buya hamka)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar