[1]
'Mereka' ingin agar lawan bicara mereka itulah orang yang tidak paham agama...
('Dalam diri mereka') SAYA-lah yang paham agama... Sini SAYA ajari kamu bagaimana yang benar! sini SAYA ajari kamu ayatnya... sini SAYA ajari kamu hadiits... Tahukah kamu begini cara *pemahamannya* atau begitu?
Maka agama itu sendiri yang telah menjadi wadah bagimu untuk mempromosikan egomu...
Ini ironis... Agama itu datang untuk menjadikan kita TAWADHU... Dan sekarang kita malah MENGGUNAKAN AGAMA TERSEBUT untuk MENGEKSPRESIKAN AROGANSI kita...
[2]
Hal pertama yang menjadi masalah adalah HATI yang dipenuhi EGO... Kemudian yang terjadi setelahnya? HATI yang MENGERAS...
Hatimu tidak lagi tergerak dengan KALAAMULLAAH... Hatimu tidak lagi tergerak ketika engkau MENDENGAR AL-QUR`AAN... Sudah sangat LAMAAAA SEKALI sejak terakhir kali engkau MENANGIS dalam SHALATmu... Sudah sangat LAMAAA SEKALI engkau merasa sesuatu (ketika mendengarkan/membaca al-qur`aan)... Meskipun engkau mendengar/membacanya SETIAP WAKTU...
Dan apa yang terlintas dibenakmu (ketika membaca/mendengar al-qur`aan) hanyalah: "saya tidak perlu lagi mendengarnya"... "saya sudah tahu hal ini"... "saya sudah tahu apa yang dikatakannya"...
Juga... Yang terlintas dalam hatimu ketika shalat hanyalah: "qalqalahnya harusnya lebih bagus lagi tuh"... "Madnya kurang panjang tuh"... "itu ghunnah atau apaan? nggak ngerti dah"...
Itulah yang ada dibenakmu ketika engkau shalat...
Engkau tahu itu semua indikasi apa? Engkau TAJWIDNYA memang BAGUS... Tapi HATIMU KERAS...
(Ust Nouman Ali Khan via Ust. Ricky Zulkifli)
'Mereka' ingin agar lawan bicara mereka itulah orang yang tidak paham agama...
('Dalam diri mereka') SAYA-lah yang paham agama... Sini SAYA ajari kamu bagaimana yang benar! sini SAYA ajari kamu ayatnya... sini SAYA ajari kamu hadiits... Tahukah kamu begini cara *pemahamannya* atau begitu?
Maka agama itu sendiri yang telah menjadi wadah bagimu untuk mempromosikan egomu...
Ini ironis... Agama itu datang untuk menjadikan kita TAWADHU... Dan sekarang kita malah MENGGUNAKAN AGAMA TERSEBUT untuk MENGEKSPRESIKAN AROGANSI kita...
[2]
Hal pertama yang menjadi masalah adalah HATI yang dipenuhi EGO... Kemudian yang terjadi setelahnya? HATI yang MENGERAS...
Hatimu tidak lagi tergerak dengan KALAAMULLAAH... Hatimu tidak lagi tergerak ketika engkau MENDENGAR AL-QUR`AAN... Sudah sangat LAMAAAA SEKALI sejak terakhir kali engkau MENANGIS dalam SHALATmu... Sudah sangat LAMAAA SEKALI engkau merasa sesuatu (ketika mendengarkan/membaca al-qur`aan)... Meskipun engkau mendengar/membacanya SETIAP WAKTU...
Dan apa yang terlintas dibenakmu (ketika membaca/mendengar al-qur`aan) hanyalah: "saya tidak perlu lagi mendengarnya"... "saya sudah tahu hal ini"... "saya sudah tahu apa yang dikatakannya"...
Juga... Yang terlintas dalam hatimu ketika shalat hanyalah: "qalqalahnya harusnya lebih bagus lagi tuh"... "Madnya kurang panjang tuh"... "itu ghunnah atau apaan? nggak ngerti dah"...
Itulah yang ada dibenakmu ketika engkau shalat...
Engkau tahu itu semua indikasi apa? Engkau TAJWIDNYA memang BAGUS... Tapi HATIMU KERAS...
(Ust Nouman Ali Khan via Ust. Ricky Zulkifli)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar